Laos terus ditekan dalam kasus aktivis hilang

Radio Australia: 28 August 2013

4438510-3x2-340x227

Pihak berwenang Laos menyatakan kemungkinan aktivis Sombath Somphone diculik. (Credit: Reuters)

Laos telah mendapat tekanan baru terkait hilangnya aktivis yang sudah diakui dunia internasional yang juga seorang guru,  Sombath Somphone, tahun lalu.

Pemerintah Laos kini menginvestigasi insiden itu tapi sebelumnya menyatakan tidak tahu menahu dimana aktivis sosial itu berada.

Diduga Sombath diculik dekat sebuah kantor polisi di jalan yang ramai di ibukota Vientiane pada tanggal 15 Desember 2012.

Organisasi HAM, Human Rights Watch, sebelumnya menuduh pemerintah ‘menutup-nutupi’, karena pihak berwenang tidak dapat menjelaskan secara kredibel tentang hilangnya Sombath.

Delegasi Eropa yang ketiga, dipimpin oleh Soren Sondergaard, seorang anggota Parlemen Eropa, baru saja menyelesaikan kunjungan ke Laos untuk bertemu dengan pejabat-pejabat tinggi pemerintah disana guna membahas masalah ini. (more…)

Aktivis Laos Hilang, ASEAN Didesak Bantu Usut

Republica Online: 09 May 2013

logo-asean-_120202090443-433REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Forum Hak Asasi Manusia dan Pembangunan untuk Asia mendesak para perwakilan ASEAN di Komisi Antarpemerintah untuk HAM (AICHR) agar memberikan bantuan dan advokasi dalam pencarian aktivis Laos Sombath Somphone yang hilang sejak Desember 2012.

“Masyarakat sipil Asia Tenggara pekan ini melakukan berbagai kampanye untuk kasus ini dan mendesak Komisi HAM ASEAN yang saat ini sedang mengadakan pertemuan reguler di ASEAN Sekretariat, Jakarta, untuk dapat membantu,” kata Manajer Program Forum Hak Asasi Manusia dan Pembangunan Asia (FORUM-ASIA) untuk ASEAN, Atnike Sigiro di Jakarta, Rabu (8/5).

Sombath Somphone merupakan aktivis terkemuka Laos yang banyak menyumbang pemikirannya dalam bidang pembangunan, kepemimpinan, dan kesejahteraan masyarakat. Atas karyanya, Somphone beberapa kali mendapat penghargaan, seperti Magsaysay Award pada tahun 2005 karena kepemimpinnya.

Dia juga pernah menyumbangkan pemikirannya dalam diskusi bertema interkonekvitas pada Forum Intelektual Asia di Chiang Mai, Thailand pada tahun 2011. Makanya, menurut Atnike, karya Somphone sangat berpengaruh di kawasan Asia Tenggara. Hal tersebut, menurut dia, dapat menjadi pertimbangan untuk AICHR agar dapat berperan aktif dalam mengusut kasus Somphone.

AICHR memiliki prinsip untuk tidak mengintervensi kebijakan negara tertentu. “Saya kira dia tidak hanya aktivis Laos, tetapi juga pemikirannya berkembang ke Asia Tenggara. Maka dari itu ini menjadi bahan yang harus dipertimbangkan oleh Komisi HAM ASEAN,” ujarnya.

Somphone hilang pada tanggal 15 Desember 2012 ketika sedang dalam perjalanan ke Vientiane. Banyak pihak menduga keterlibatan aparat kepolisian dan pemerintah Laos dalam insiden tersebut. Hal itu berdasarkan pada video yang merekam aktivitas Somphone sesaat sebelum dia diduga diculik.

Redaktur : Dewi Mardiani

Sumber : Antara

Where is Lao activist Sombath Somphone?

Deutsche Welle: 15 March 2013

Lesen in Deutsch

中国语文

Bahasa Indonesia

Sombath Somphone went missing three months ago after being stopped at a police post. Human rights organizations allege he was ‘disappeared’ by the authorities

On Saturday, December 15, 2012 at six o’clock in the evening Sombath Somphone and his wife Ng Shui Meng left work in Vientiane, the capital of Laos. They travelled home in separate cars, agreeing to meet for dinner.

However, Sombath never arrived. Ng Shui Meng lost sight of his jeep near a police post on Thadeua Road.

Security camera footage shows what happened next. The activist was stopped by police and taken into the post. A few minutes later a motorcyclist stopped and drove off in Sombath’s jeep. Then a truck came; two people got out, took Sombath and drove off with him. He has not been seen since. His phone can also not be tracked down.

Government is not credible

Relatives and friends of the activist have come up against a wall of silence. Although the government of the one-party state officially says they are looking into his disappearance, human rights organizations believe the authorities are involved.

On December 19, the Lao Ministry of Foreign Affairs issued a statement confirming the incidents as recorded on the security camera, but claimed he was kidnapped for personal or business reasons.

Read full article